Jumat, 15 Mei 2020

Gangguan Psikologi sering dialami oleh orang-orang ber-IQ tinggi


Gangguan Psikologi sering dialami oleh orang-orang ber-IQ tinggi (dengan skor 145 keatas).


Menurut sebagian besar orang, memiliki tingkat IQ yg tinggi itu hal yg membanggakan. IQ dapat diartikan sebagai kecerdasan intelektual. Seseorang yg mempunyai nilai kecerdasan intelektual tinggi, biasanya dianggap pintar hingga sampai menjadi jenius, mereka memiliki prestasi yg baik dalam akademik, teori, konsep dan hafalan. Tapi tahukah kalian bahwa mempunyai nilai IQ yg tinggi itu tidak sepenuhnya baik? Btw, sebuah penelitian menemukan bahwa nilai IQ yg tinggi akan lebih cenderung berhubungan dengan tingkat kecemasan yg tinggi pula. So, semakin besar nilai skor IQ mu, lebih cenderung memiliki rasa empati, simpati yg kuat untuk mengkritisi lingkungan sekitar, maka hal ini akan memicu pada gangguan psikologis, gangguan kecemasan yg berlebih.

"IQ tinggi dianggap pemicu dengan rasa cemas yg berlebihan."


Pernyataan itu berasal dari sebuah penelitian yg dilakukan oleh para peneliti yg berasal dari Lakehead University, Kanada, dan melibatkan sebanyak 100 orang responden disana. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa kelompok responden yg sering merasa cemas ternyata memiliki nilai tes kecerdasan verbal yg lebih tinggi dibandingkan kelompok yg tidak sering mengalami kecemasan.

Riset lain yg juga meneliti hubungan kecerdasan intelektual dengan kecemasan menyatakan hal yg serupa pula. Dalam penelitian ini, tes untuk mengukur kecerdasan intelektual dilakukan pada kelompok yg memiliki sindrom kecemasan yg berlebihan dan kelompok yg sehat secara mental. Kemudian hasilnya menunjukkan bahwa hampir seluruh orang di kelompok yg memiliki sindrom kecemasan mempunyai nilai tes yg lebih baik dari pada kelompok yg sehat.

Apa pengaruh & hubungannya antara IQ dengan kecemasan?


Sebuah studi yg dilakukan oleh para ahli saraf dari National Institutes of Health menyatakan bahwa bagian otak yg mengatur kecerdasan intelektual dengan rasa kecemasan adalah bagian yg sama. Otak manusia itu dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu ada bagian dengan subtansi putih (terletak di tengah) dan bagian subtansi kelabu yg terletak (di bagian luar).

Dalam hal ini diketahui bahwa zat kolin (zat neurotransmitter yg berfungsi sebagai pembawa sinyal di otak) yg ada di subtansi putih jumlahnya lebih sedikit pada orang yg mempunyai IQ tinggi dan rasa cemas yg berlebihan dibandingkan dengan orang yg sehat dan mempunyai IQ standar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kondisi ini, merasa cemas dan memiliki IQ tinggi, diatur dan disebabkan oleh hal yg sama.

Apakah artinya memiliki IQ tinggi itu tidak baik karena menimbulkan rasa cemas? Belum tentu juga, banyak hal positifnya kok, namun.. kita harus pahami..

Kecerdasan intelektual yg diiringi dengan rasa cemas berlebih bukan merupakan hal utama yg membuat seseorang bisa sukses dan berhasil dalam bidang akademi. Banyak konsep dan pandangan tentang arti kecerdasan, dari saya dan kalian semua, sehingga kita tidak perlu khawatir akan hal itu. Walaupun memang, rasa cemas yg berlebihan tentu saja akan menimbulkan pola pikir yg kurang baik bagi kesehatan mental maupun fisik kita. Sehingga hal yg harus dilakukan yaitu, bagaimana cara mengatasi rasa cemas yg bisa saja muncul tiba-tiba itu. Semua akan terkontrol jika usia kita sudah memasuki tahapan akhir, dewasa, matang mental dan pola pikir, sehingga hal-hal yg bisa menimbulkan rasa cemas berlebihan bisa dikendalikan dengan baik. Kuncinya adalah, hiduplah dengan bahagia.
Read More

Minggu, 13 Oktober 2019

Panduan belajar membuild Aplikasi Android dengan AIDE v3.2



Panduan belajar membuild Aplikasi Android dengan AIDE v3.2

Halo sahabat InFoMedia, kali ini kita akan belajar membuat & membangun atau bahasa programmingnya membuild suatu aplikasi Android dengan menggunakan Android. Loh kok, emang bisa ya membuat aplikasi Android dengan menggunakan Android itu sendiri? 
Nah pasti diantara kalian mempunyai pemikiran seperti itu bukan? Jangan bingung dan jangan heran, InFoMedia akan menjelaskannya dengan detail dan mudah dipahami kok. Oke, kita akan langsung masuk pembahasannya ya hehe…
Baiklah, untuk sahabat yang masih bingung masalah proses pembuatan aplikasi Android dengan menggunakan Android, simak baik-baik penjelasan berikut, untuk bahan utama atau software Android yang kita akan gunakan dalam pembuatan aplikasi adalah AIDE – Android Integrated Development Environment.

Silahkan unduh di Google Play.


GET IT HERE 

Setelah berhasil terinstall, buka dan mulailah dengan project baru.
Kali ini, pada pengenalan basic programmingnya, kita akan membuild aplikasi sederhana yang menampilkan teks Hello World. Bagaimana caranya?
Pertama, buka aplikasi AIDE nya lalu pilih pada bagian For Expert (artinya kita akan membuat aplikasi nya dari 0 sampai jadi), ditujukan untuk yang sudah jago ya seperti saya hehe, *bercanda*


Langkah selanjutnya kita pilih pada bagian New Android App (SDK). Kenapa SDK? Sebab kita akan membuat aplikasi nya dengan Java dan Xml. Untuk NDK (Native) menggunakan bahasa pemrograman yang sangat sulit yakni bahasa pemrograman C/C++, saya sarankan untuk pemula belajarlah dari bahasa pemrograman JAVA.


Next step, kita coba masukan data seperti pada gambar. Isi nama aplikasi sesuai keinginan kalian, disini saya akan menamakannya AplikasiPertama, dan untuk fungsi package name adalah nama company aplikasi kita, biasanya nama package akan diawali dengan “com.bla.bla.bla”



Tahapan berikutnya, kita akan masuk pada tampilan XML yang dimana fungsinya adalah sebagai kerangka aplikasi. Maksudnya gimana, kok kerangka? Jadi begini, untuk pembuatan aplikasi Android ada 2 peranan penting yang harus sahabat tau, fungsi XML sebagai badan dan kerangka, lalu diiringi dengan JAVA sebagai otak komponennya, bayangin jika tubuh kita hanya terdiri dari badan dan kerangka tulang sendi-sendi namun tidak ada otak sebagai perintah agar sendi-sendi maupun kerangka kita dapat bergerak dan berfungsi. Nahh.. pada program seperti itu pula konsekuensinya, prosedurnya, XML tidak akan berguna jika tanpa diiringi JAVA sebagai pusat perintahnya. Sebaliknya juga demikian, JAVA tanpa XML (Tampilan Layout) yang mendukung tidak akan tercipta suatu aplikasi Android.



Oke lanjut, pada bagian ini, kita tidak perlu mengotak-atik coding bawaan aplikasi nya dahulu, biarkan default, sebab disini kita akan membuild aplikasi dengan menampilkan konteks Hello world. Pada Activity Java (MainActivity.java) juga demikian, biarkan default. Lanjut pada next step (final).


Langkah terakhir, enjoy! Tinggal klik Run saja, kalian langsung dapat menginstallnya, dan taarraaaa….!!! Build aplikasi pertama kalian telah berhasil, dengan menampilkan teks Hello world! 





Kerennnn bukan? Untuk yang masih awal ini merupakan satu tahapan berharga yang sangat bermanfaat, karna untuk kedepannya pasti akan mengalami kemajuan sehingga bisa membuat aplikasi yang dapat bermanfaat dan berguna bagi orang lain, tentunya juga dapat di publikasikan ke Google Play milik Google. Sahabat dapat mengapresiasikan karya indah programmingnya dengan menjual atau memasangnya di Store. Tentu akan mendapat review dan feedback oleh setiap user yang mendownload. Selamat ya….

Semoga InfoMedia akan selalu memberikan info menarik dan bermanfaat untuk kedepannya, makadari itu jangan ragu untuk selalu mengujungi blog ini, dan bantu mempromosikannya hehe…

Jangan lupa follow blog ini ya 🙂
Terimakasih, dan sampai jumpa di next tutorial seputar pengetahuan.
Read More

Selasa, 13 Agustus 2019

Selalu belajar menjadi pribadi yang lebih rendah hati agar kian sukses


Belajar menjadi pribadi yang lebih rendah hati 


Merendahkan orang lain? Bagaimana orang bisa memiliki sifat buruk ini?
Ayo kita bahas!
Berbagi sedikit pemahaman tentang jiwa yg gemar merendahkan kemampuan orang lain berdasarkan teori yg telah saya baca pada sebelum-sebelum saat ini.
"Loe punya teman yg suka menggunjing, menggibah dan membicarakan keterbatasan kemampuan orang lain kepada kerabat-kerabat?" pasti ada.. tentu ada..
Hidup tak pernah lepas dari onar, sifat buruk.

Oke langsung ke pembahasan.

Ketika kita sudah sukses atas usaha kita sendiri, kita akan tahu siapa teman-teman kita yg memanfaatkan berteman dengan kita. Ketika kita gagal kita akan tahu siapa teman-teman yg tulus berteman dengan kita.

Merendahkan orang lain, ini merupakan sifat umum karakter seseorang saat ini. Memiliki kemampuan yg hebat, dan menganggap diri adalah satu-satunya yg paling bisa segalanya sehingga sikap meremehkan orang lain itu timbul dengan sendirinya.

#psikologi : seseorang akan cenderung sadar diri ketika ia berada dibawah, seseorang akan cenderung congkak, angkuh, pongah, sombong, takabur, omong besar ketika berada diatas.

Lalu, bagaimana cara menghilangkan sifat buruk yg satu ini?

Mari. Renungkan saja begini, kalau pada mulanya mereka yg diremehkan tidak bisa apa-apa. Beri mereka waktu untuk belajar seperti Anda, ketika kegigihan mereka belajar bisa melampaui diri Anda, disitulah mulai sadar dan mengerti bahwa Anda tidak memiliki kemampuan hebat seorang diri, masih ada yg lebih-lebih diatas Anda.

Bersosialiasi, kenali bakat mereka, dari sanalah akan timbul cerminan diri, self-reminder.

"Oh yaelah aku baru bisa gini aja kok bangga banget ya, padahal kemaren aku nemu di YouTube orang aja udah bisa ciptain robot, sedangkan aku baru bisa gini, buat apa ya aku sombong? Kan bongak diri ku ini."

Self-reminder; pengingat diri itu penting sobat. Gunanya apa? Introspeksi diri Anda, apakah Anda sudah dapat dikatakan hebat jika bersaing dengan mereka yg memiliki kemampuan diatas Anda? Lihat lah kebawah sesekali, jangan diatas terus sebab disaat kita melihat keatas kita akan belajar meninggi. Ketika melihat kebawah, kita belajar rendah hati.

Orang-orang hebat yg sebenarnya adalah tidak banyak berbicara namun langsung menunjukkan & membuktikan sendiri kebolehannya kepada diri sendiri, bukan ke orang lain. Bahwa diri kita itu mampu!

Faktanya, sebenarnya kita adalah sekumpulan makhluk hebat yg diberi kecerdasan dibanding makhluk lain, namun selagi diri masih menyimpan rasa besar kepala, itu akan menghambat kehebatan mereka, dan kateogori hebat pun tak layak di peruntukkanya.

Penulis : Ridwan Santosa
Read More

Rabu, 19 Juni 2019

Tips mengubah pola pikir agar menjadi pribadi yang lebih baik dengan hal-hal yang sangat sederhana


Halo selamat berkunjung di InfoMedia.

Mari para pembaca intensif yang baik, penulis akan sedikit bercerita. Pada topik bahasan kali ini kita akan membahas sekilas menggunakan bahasa yang mudah dipahami dengan tema berjudul:

"Tips mengubah pola pikir agar menjadi pribadi yang lebih baik dengan hal-hal yang sangat sederhana."

Yuk, cekidot!

1. Bergabunglah ke berbagai forum, komunitas dan diskusi yang hendak ingin di dalami pengetahuannya.

Sering-seringlah curhat, bertanya, bercerita, memotivasi diri dan orang lain, merenungkan kesalahan atau kekurangan (intropeksi diri) selama ini dan berusaha memperbaikinya.

2. Biasakanlah etika kepada orang lain yang baru dikenal (kenalan baru) dengan salam pembuka dan diakhiri pula dengan salam penutup.

Walaupun itu kesahabat karib juga yang sudah akrab sekalipun, baik itu melalui media sosial, maupun face to face. Kita tidaklah mempersalahkan hal kecil itu, tetapi kita mesti paham bahwa sikap dan sifat itu dibentuk, bukan didapat dari orang lain.

3. Optimiskan agar kita lebih bisa dari orang lain.

Artinya, jangan kenal kata menyerah sebelum berhasil, pantang pulang sebelum membawa kabar gembira.

4. Renungkan visi & misi mu sejak dini, atur strategy matang mu.

Maksudnya, cobalah berpikir kira-kira apa yang paling disukai di dunia ini, yang asyik, yang dapat membuat dirimu lupa waktu, itulah yang disebut hobi, kembangkan hobi dan raih impian kedepannya.

5. Berusaha untuk membahagiakan orang lain dengan hal-hal yang bermula dari kecil.

Artinya, meski sekecil apapun usaha kerasmu, tak akanlah menjadi sebuah masalah, asal selalu ingin dan niatkan diri untuk berusaha melihat orang lain bahagia, tertawa dan tersenyum.

6. Meluangkan waktu untuk keluarga.

Yup, luangkan waktu untuk keluarga!
Sesibuk apapun hal yang kita lakukan, sebaik apapun pula usaha yang dikerjakan, tak ada guna jika waktu untuk keluarga saja tidak ada.

7. Bersosialiasi, berinteraksi, kalau niatnya ingin mendapat pengalaman dan ilmu pengetahuan lebih-lebih.

Cari dan telusuri sekumpulan orang-orang hebat yang kaya akan ilmu, yang mempunyai pengalaman luas, mintalah bimbingannya, apa saja yang perlu dibenaki untuk diri kita, atau bila ingin berbagi wawasan, bergaul dengan yang lebih muda, lalu sharing kepadanya.

8. Jangan pernah mengharapkan, mengukur atau menilai usaha kita kepada orang lain untuk dijadikan tolak ukur berbalas budi.

Artinya, percayailah bahwasannya rejeki sudah diatur, dengan berbagi sekecil apapun wawasan kepada orang lain, tak akan pernah bisa habis, justeru rejeki itu akan jalan dengan sendirinya, banyak kenalan banyak rejeki.

Itulah delapan point penting untuk menjadi jati diri yang rendah hati, baik hati, memiliki berbagai keahlian dan talenta dengan modal ilmu.

Jika tidak menginginkan hal-hal tersebut diatas, tak akanlah menjadi sebuah masalah, diri adalah diri kita sendiri, kita yang mengontrol, kita yang mengubah, kita yang berpikir, kita yang mengelola, kita yang mengendalikan, kita juga yang mengatur, tak ada yang melarang, semua kembali pada diri masing-masing.

Nikmati hidup santai dengan kehidupan yang sangat monoton, malas-malasan, tak memiliki motivasi & semangat juang, tak ada amalan, tak ada sosialisasi, lantas apa gunanya terlahir ke dunia jikalau bukan untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik, akan lebih baik tidur di kasur dengan nyenyak everytime, dan terpuruk dalam kegelapan tanpa adanya tujuan.

Siapa lagi yang bisa menolong lagi selain kita sebagai makhluk sesama yang saling mengingatkan untuk lebih mengerti arti kehidupan?

Lantaran hidup adalah mencari ilmu sebanyak-banyaknya, bukan harta yang melimpah.

"Harta dibelanjakan akan habis, ilmu dibagi tak kan pernah habis!"
Read More

Senin, 17 Juni 2019

Semakin Dewasa Perlahan Teman Dan Kerabat Terbaik Pun Menghilang Tanpa Jejak



Hal-hal yang akan terjadi ketika kita dewasa

Halo selamat berkunjung di InfoMedia.

Mari para pembaca intensif yang baik, penulis akan sedikit bercerita. Pada topik bahasan kali ini kita akan membahas sekilas menggunakan bahasa yang mudah dipahami dengan tema berjudul:

"Semakin Dewasa Perlahan Teman Dan Kerabat Terbaik Pun Menghilang Tanpa Jejak."

Mula-mula, kita akan bercerita sedikit nih guys, tahukah kenapa setiap kita semakin kesini (dalam artian semakin dewasa), segala teman-teman terbaik, sahabat karib, sahabat seperjuangan pun seketika menghilang tanpa sebab dan kabar?

Oke, mari kita bahas topik menarik ini satu-persatu mengenai alasan mereka memutuskan tuk putus hubungan dan kontak dengan sahabat terbaik mereka.

1. Mereka egois dan mementingkan kepentingan sendiri.

Salah satu alasan mereka menjauh dan menghindar dari kita adalah, semakin dewasanya mereka akan lebih menyibukkan dan menghabiskan waktunya untuk keperluan mereka pribadi. Sehingga hal ini pun akan mengakibatkan lupa kepada kerabat lama terdekatnya.

2. Terlalu konsisten dengan jalan hidupnya, sehingga dunia terasa hanya miliknya seorang diri.

Hal ini tidak perlu heran lagi, alasan kenapa mereka memutuskan untuk lepas dari beban masalah masalalu, sebab terlalu optimistis dengan jalan hidup yang mereka tempuh. Sehingga, hal ini pun akan berdampak kurangnya solidaritas kepada kerabat-kerabat yang dahulunya sering mengisi waktu bersama.

3. Begitu optimis bahwa orang lain dan kenalan baru lebih menjamin pengalaman baru.

Pada kali ini, tentu saja bagi mereka yang telah lupa dengan teman-teman lamanya dari semasa kanak-kanak hingga dewasa kini, beranggapan bahwa teman-teman lama tidak akan dapat menambah pengalaman dan pengetahuan baru, sebab wawasannya hanya sebatas itu dan itu saja. Maka, mayoritas diantara mereka akan lebih mengutamakan mencari kenalan dan kerabat baru diatas usia mereka untuk berbagi pengalaman dan cerita baru.

4. Banyaknya target yang harus dikejar dan dicapai, ini berakibat tidak dibutuhkannya lagi dukungan sahabat lama mereka.

Yap, tentu saja. Di era modern saat ini, mereka tengah berupaya berlomba-lomba meraih banyak impiannya. Dengan demikian, mereka akan cenderung fokus satu-persatu dengan masadepannya. Tidak adanya lagi istilah "Duniaku, duniamu. Melainkan, duniaku, duniaku pula."

5. Sulit membagi waktu yang efiensi karena schedule begitu padat.

Terakhir, alasan mereka memutuskan tuk jauh hubungan adalah masalah waktu. Mereka menyebutnya sok sibuk, sok banyak kegiatan. Semakin dewasa, tentunya sangat sulit membagi waktunya. Adanya masalah adalah salah satu alasan yang menghambat waktu mereka. Jadi istilah sok sibuk atau menyibukkan diri pun sudah kerap kali dibicarakan.









Read More

Minggu, 16 Juni 2019

Pantang Menyerah Tak Kenal Lelah



Halo selamat berkunjung di InfoMedia.

Mari para pembaca intensif yang baik, penulis akan sedikit bercerita. Pada topik bahasan kali ini kita akan membahas sekilas menggunakan bahasa yang mudah dipahami dengan tema berjudul:

"Pantang Menyerah Tak Kenal Lelah."

Dalam kehidupan yang sangat unik ini, tentu saja kita selalu dihantui dan ditemani oleh hambatan dalam hidupnya, itulah yang disebut masalah.

Nah, setiap orang pasti memiliki sebuah masalah. Beban masalah yang dihadapi pun tentu berbeda-beda. Ada yang memiliki masalah ringan, ada pula yang memiliki masalah sedang atau bahkan masalah yang berat, sampai sangat berat untuk di pikul. 
Usia bukanlah sebuah patokan, semua akan mendapatkan masalah, contoh saja bayi yang terlahir selalu di awali dengan tangisan, tanpa di iringi & di asupi ASI oleh sang ibunya, tentu saja bayi itu akan terus menangis begitu dan begitu, tidak kelar-kelar, itu adalah suatu masalah atau hambatan bagi bayi. Bila tidak di berlangsungkannya ASI, bayi tentu akan mengalami penyakit, dan dapat menyebabkan kematian.
Bagaimana, sebuah masalah bukan? Semua pasti akan mendapatkannya di segala usia selama hidupnya. Maka, semua itu merupakan bentuk hambatan dan rintangan dengan harapan segera tuntas dan selesai, sebab sebuah masalah harus di selesaikan bukan di diamkan.

Lari bukanlah jalan untuk menghadapi masalah. Dengan kita malah berlari dari masalah, maka masalah itu tentunya tak akan pernah selesai, tuntas dan kelar. Untuk menyelesaikan suatu masalah maka hadapilah. Hadapi masalah tersebut dengan kegigihan dan penuh sikap optimis, "pasti ada jalan keluar!"

Ingatlah kedua orang tua kita, yang telah bersusah payah, mengeluarkan keringat, tenaga, dan upaya untuk menyekolahkan kita selama hidupnya dari sejak berusia belia. Mereka bersusah payah mencari biaya agar kalian dapat belajar menuntut ilmu, agar kalian bisa lebih pintar dari kedua orang tua kalian, itu adalah sebuah keinginan mereka agar kita terlahir menjadi manusia berguna di mata mereka, kerabat, orang lain dan juga diri sendiri.

Ada tak orang tua yang menginginkan anaknya jadi penjual koran? Menjadi pengamen? Atau pekerjaan yang di anggap kecil dan selalu di kucilkan lalu di pandang sebelah mata, pekerjaan yang tidak ada ilmunya. Tentu saja tak mungkin ada orang tua yang menginginkan anaknya begitu? 
Meskipun ada patut di pertanyakan lagi akal dan pikiran sehat orang tua tersebut.
Kegigihan orang tua kita dalam mencarikan biaya agar kalian mampu bersekolah patut kita contoh, bersyukurlah dengan kehidupan apapun, dalam situasi apa saja, semua akan tuntas dengan rasa syukur.

"Kita tak dapat menentukan takdir, berasal dari keluarga bangsawan ataupun rendahan, kita tidak dapat pula memilih talenta kita."
Kita di dunia hanya di tuntut untuk menjadi manusia paling berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

Semuanya, teman-teman pembaca intensif yang saya banggakan, kegigihan merupakan perilaku yang menunjukan kesungguhan, konsisten, rasa optimis, kepercayaan diri, semangat juang, pantang menyerah menghadapi semua masalah yang ada dalam hidup.

Yuk, kalian dapat belajar kehidupan dari burung elang. Burung elang merupakan jenis unggas yang memiliki umur paling panjang di dunia. Umur burung elang dapat mencapai umur 70 tahun. Akan tetapi untuk mencapai umur 70 tahun tidaklah mudah. Pada usia yang telah mencapai 40 tahun, maka cakarnya akan mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok sehingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal sehingga akan menyulitkan mereka saat terbang. Pada saat inilah burung elang akan mengambil keputusan yang sangat berat, apakah mereka akan bertahan dengan kondisi yang transformasi menyakitkan, atau mereka pasrah dan memilih untuk menunggu kematian.

Begitu pula dengan kita, ketika kita memiliki masalah, kita harus menghadapinya dengan gigih meskipun masalah itu sangat susah, sukar dan sulit untuk dihadapi. Dengan kerja keras, pastinya akan memberikan hasil yang terbaik bagi kita. Karena hasil tidak akan pernah menghianati usaha.

Belajarlah dengan gigih dan sungguh-sungguh, bila merasa hampir menyerah selalu ingat kerja keras orang tua kalian dalam membiayai kalian untuk sekolah, tanpa kehadiran mereka kita tak akan bisa sampai seperti saat ini, pasti ada yang sudah berdasi, sudah berseragam tentara, polisi, dokter, professor, karena apa? Pendidikan, ajaran dan moral yang mereka berikan, jasa mereka sangat luar biasa kawan.

Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama untuk para remaja awal hingga akhir, yang statusnya masih student, di usia para remaja, di rasa bisa menyeimbangi sifat malas dan rajin atau malah seharusnya malah semakin rajin, tetapi pula jangan terlalu malas, tak ada harapan sukses jika malas, pepatah mengatakan;

"Rajin pangkal kaya, malas pangkal miskin."

Perlu di ingat, pola pikir remaja bukan untuk bermain-main lagi, sudah punya pemikiran kedepan untuk masadepannya, sudah expired masa bermainnya.

Last, jangan pernah menyerah dalam menghadapi setiap masalah, hadapilah selalu dengan senyuman, perlihatkan senyumanmu kepada keluarga, senyuman tanda mensyukuri anugerah terciptanya diri kita yang terlahir kedunia. 
Tenang kawan, bahagia dunia akhirat tentu idaman semua orang, kebahagiaan merupakan keinginan semua orang. 

Teruslah semangat dan pantang menyerah!
Read More