Jumat, 15 Mei 2020

Gangguan Psikologi sering dialami oleh orang-orang ber-IQ tinggi


Gangguan Psikologi sering dialami oleh orang-orang ber-IQ tinggi (dengan skor 145 keatas).


Menurut sebagian besar orang, memiliki tingkat IQ yg tinggi itu hal yg membanggakan. IQ dapat diartikan sebagai kecerdasan intelektual. Seseorang yg mempunyai nilai kecerdasan intelektual tinggi, biasanya dianggap pintar hingga sampai menjadi jenius, mereka memiliki prestasi yg baik dalam akademik, teori, konsep dan hafalan. Tapi tahukah kalian bahwa mempunyai nilai IQ yg tinggi itu tidak sepenuhnya baik? Btw, sebuah penelitian menemukan bahwa nilai IQ yg tinggi akan lebih cenderung berhubungan dengan tingkat kecemasan yg tinggi pula. So, semakin besar nilai skor IQ mu, lebih cenderung memiliki rasa empati, simpati yg kuat untuk mengkritisi lingkungan sekitar, maka hal ini akan memicu pada gangguan psikologis, gangguan kecemasan yg berlebih.

"IQ tinggi dianggap pemicu dengan rasa cemas yg berlebihan."


Pernyataan itu berasal dari sebuah penelitian yg dilakukan oleh para peneliti yg berasal dari Lakehead University, Kanada, dan melibatkan sebanyak 100 orang responden disana. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa kelompok responden yg sering merasa cemas ternyata memiliki nilai tes kecerdasan verbal yg lebih tinggi dibandingkan kelompok yg tidak sering mengalami kecemasan.

Riset lain yg juga meneliti hubungan kecerdasan intelektual dengan kecemasan menyatakan hal yg serupa pula. Dalam penelitian ini, tes untuk mengukur kecerdasan intelektual dilakukan pada kelompok yg memiliki sindrom kecemasan yg berlebihan dan kelompok yg sehat secara mental. Kemudian hasilnya menunjukkan bahwa hampir seluruh orang di kelompok yg memiliki sindrom kecemasan mempunyai nilai tes yg lebih baik dari pada kelompok yg sehat.

Apa pengaruh & hubungannya antara IQ dengan kecemasan?


Sebuah studi yg dilakukan oleh para ahli saraf dari National Institutes of Health menyatakan bahwa bagian otak yg mengatur kecerdasan intelektual dengan rasa kecemasan adalah bagian yg sama. Otak manusia itu dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu ada bagian dengan subtansi putih (terletak di tengah) dan bagian subtansi kelabu yg terletak (di bagian luar).

Dalam hal ini diketahui bahwa zat kolin (zat neurotransmitter yg berfungsi sebagai pembawa sinyal di otak) yg ada di subtansi putih jumlahnya lebih sedikit pada orang yg mempunyai IQ tinggi dan rasa cemas yg berlebihan dibandingkan dengan orang yg sehat dan mempunyai IQ standar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kondisi ini, merasa cemas dan memiliki IQ tinggi, diatur dan disebabkan oleh hal yg sama.

Apakah artinya memiliki IQ tinggi itu tidak baik karena menimbulkan rasa cemas? Belum tentu juga, banyak hal positifnya kok, namun.. kita harus pahami..

Kecerdasan intelektual yg diiringi dengan rasa cemas berlebih bukan merupakan hal utama yg membuat seseorang bisa sukses dan berhasil dalam bidang akademi. Banyak konsep dan pandangan tentang arti kecerdasan, dari saya dan kalian semua, sehingga kita tidak perlu khawatir akan hal itu. Walaupun memang, rasa cemas yg berlebihan tentu saja akan menimbulkan pola pikir yg kurang baik bagi kesehatan mental maupun fisik kita. Sehingga hal yg harus dilakukan yaitu, bagaimana cara mengatasi rasa cemas yg bisa saja muncul tiba-tiba itu. Semua akan terkontrol jika usia kita sudah memasuki tahapan akhir, dewasa, matang mental dan pola pikir, sehingga hal-hal yg bisa menimbulkan rasa cemas berlebihan bisa dikendalikan dengan baik. Kuncinya adalah, hiduplah dengan bahagia.


EmoticonEmoticon